Rabu, 18 Mei 2016

pH Asam Basa

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Untuk menghindari bilangan yang sangat rendah dalam menghitung konsentrasi larutan yang sangat encer , maka konsentrasi larutan yang di hitung adalah konsentrasi  H+ dalam larutan tersebut di nyatakan dengan pH. Konsep pH ini di perkenalkan oleh ahli kimia Denmark yang bernama sorensen pada tahun 1909.
Huruf “p” ini berasal dari istilah :
Potenz (Jerman), Pulssance (prancis),  Power (Inggris).
Hubungan (H+) dengan pH:
pH = harga negatif logaritma konsentrasi ion H+  = -log (H+)
poH= harga negatif logaritma konsentrasi ion oH-= - log (OH-)
untuk menghasilkan ion hidrogen (H+) dan derajat ionisasi  ditentukan oleh kekuatan asam atau kemampuan asam tersebut . pada ion hidroksida (OH-) di tentukan oleh kekuatan basa . faktor yang menentukan kekuatan asam basa adalah : kepolaran, ukuran atom, muatan, dan bilangan oksidasi.
Bila asam direaksikan dengan basa akan terbentuk garam. Bila garam itu di larutkan dalam air , larutan tidak selalu netral, karena sebagian anion ( ion negatif) dan kation (ion positif) dari larutan garam atau kedua nya dapat beraksi dengan air , reaksi ini dinamakan hidrolisis. Bila garam dilarutkan di dalam air menghasilkan larutan yang netral (pH=7) karena anion dan kation nya tidak  dengan ion hidrogen (H+) atau ion hidroksil (OH-), sehingga keseimbangan disosiasi air tidak terganggu.

1.2  Tujuan praktikum
1.      menentukan pH larutan dengan menggunakan pH indikator universal.
2.      Menghitung konsentrasi larutan dengan nilai pH tertentu.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA





















BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan bahan                                        
v  pH indikator universal
v  HCL
v  H2SO4
v  HCH3COO
v  NaOH
v  NH4OH
v  NaCH3COO
v  Asam Borak
v  NH4Cl
v  Na2SO3
v  NaCl
v  Tabung reaksi
v  Erlemeyer volume 50/100 ML
v  Pipet ukur 10 ML
v  Pipet ukur 5 ML
v  Kaca arloji
v  Corong kaca
v  Rak tabung reaksi
v  Pipet biasa
3.2 Cara Kerja
v  Bersihkan  10 buah tabung reaksi dengan deterjen dan keringkan.
v  Letakkan di rak tabung reaksi dengan mulut tabung ke atas.
v  Pipet lebih kurang 2 mL larutan yang telah disediakan ke dalam masing-masing tabung reaksi.
v  Tentukan pH dengan menggunakan kertas pH indikator universal
v  Hitung konsenntrasi masing-masing larutan di atas (dalam laporan lengkap).
BAB IV
HASIL PENGAMATAN

No
Nama larutan
pH
Golongan
Konsentrasi (molaritas)
1
HCl
1
Asam Kuat
0,1 m
2
H3BO3
5
Asam Lemah
1%
3
Na2SO3
7
Netral
O,1 m
4
H2SO4
1
Asam Kuat
O,1 m
5
NaOH
14
Basa Kuat
10%
6
NH4Cl
5
Asam Kuat
O,1 m
7
NaCI
7
Netral
2%
8
CH3COO
3
Asam kuat
1 m


BAB V
PEMBAHASAN




















BAB VI
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dengan di lakukannya percobaan pH asam ,basa, dan garam di labotatorium teknologi pertanian maka kita telah mengetahui jenis asam , basa, dan garam , pH , golongan.

5.2 Saran
Dengan diadakannya praktikum di laboratorium , kita disarankan agar:
Ø  Gunakan alat-alat gelas yang bersih dan kering
Ø  Berhati-hati dalam mencampurkan suatu larutan dengan larutan lainya
Ø  Bersabar dalam melakukan praktikum terutama saat memasukkaan larutan kedalam labu ukur
Ø  Apabila telah selesai melakukan percobaan, cuci alat-alat yang dipakai saat praktikum sampai bersih.





                                                                                      





BAB VII
JAWABAN PERTANYAAN
1. Jelaskan pengertian istilah berikut:
A.    Asam kuat dan asam lemah beserta contohnya!
Asam kuat adalah asam yang terionisasi sempurna, sehingga bersifat sebagai elektrolit kuat. Contohnya yaitu HCL,H2SO4,H2SO3,HNO3.
Asam lemah adalah asam yang terionisasi sebagian, sehingga bersifat sebagai elektrolit lemah. Contohnya yaitu HCN, HCLO, HF, HNO2,CH3COOH.
B.     Basa kuat dan basa lemah beserta contohnya!
Basa kuat adalah basa yang terionisasi sempurna, sehingga bersifat sebagai elektrolit kuat. Contohnya NaOH,Ca(OH)2.
C.     Garam beserta contohnya!
Garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ino negatif (anion). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.
2. Bagaimana cara menentukan suatu zat termasuk asam kuat/ lemah, basa kuat atau basa lemah?
Untuk menentukan sifat suatu larutan apakah bersifat asam, basa , ataupun garam dapat  menggunakan beberapa indikator diantaranya adalah kertas pH indikator universal yang digunakan pada praktikum kali ini. Menentukan kekuatan dari larutan tersebut juga sangat mudah. Apabila suatu larutan memiliki pH 1 sampai dengan 4 maka larutan tersebut bersifat asam kuat. Apabila larutan tersebut memiliki pH 5 sampai dengan 6 maka larutan tersebut bersifat asam lemah. Apabila larutan tersebut memiliki pH 7 maka larutan tersebut netral dan digolongkan sebagai garam. Apabila larutan tersebut memiliki pH 8 sampai dengan 10 maka larutan tersebut dikatakan basa lemah. Dan apabila larutan tersebut memiliki pH dari 11 sampai dengan 14 maka larutan tersebut bersifat basa kuat
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar