Rabu, 18 Mei 2016

(Pengenalan alat-alat lab.)



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Laboratorium merupakan tempat utama dimana ilmu kimia dikembangkan. Laboratorium juga merupakan suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan melakukan percobaan. Dalam melaksanakan pekerjaan dilaboratorium, biasanya para praktikan akan melakukan perhitungan dan pengukuran. Dalam hal ini, maka praktikan harus mengenal peralatan-peralatan yang ada di laboratorium agar dapat melakukan perhitungan dan pengukuran.
Kita harus memperhatikan alat-alat laboratorium yang kita gunakan, karena alat-alat tersebut memiliki skala yang berbeda-beda, dan tentu saja memiliiki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Semakin kecil skala alat tersebut maka akan semakin besar tingkat ketelitiannya. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah bagaimana menggunakan dan cara agar dapat membaca skala itu itu sendiri. Pengenalan alat sangatlah penting, pengenalan penggunaan alat-alat tersebut sangat penting agar pekerjaan dalam laboratorium dapat berjalan dengan baik. Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat, oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum dilaboratorium kimia.

1.2 Tujuan Percobaan
1.Mahasiwa mengetahui nama dan Fungsi alat-alat laboratorium.
2.Mahasiswa mengetahui jenis,sifat dan fungsi zat Kimia
3.Mahasiwa mengetahui cara penggunaan beberapa alat-alat laboratorium.

 






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih. Alat kaca seperti gelas piala atau erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau deterjen sintetik. Pipet, buret, dan labu volumetrik mungkin memerlukan larutan deterjen panas untuk bisa bersih benar (Day & Underwood, 1998).
Pada dasarnya setiap alat mmiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mngukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer, hygrometer, dan spektrofotometer. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph, barograph (Firebiology, 2007).
Ketetapan hasil analisa kimia sangat tergantung pada mutu bahan kimia dan peralatan yang dipergunakan, disamping pengertian pelaksanaan tentang dasar analisa yang sedang dikerjakan serta kecermatan dan ketelitian kerjanya sendiri. Ketelitian dan kecermatan kerja, selain merupakan sifat pribadi seseorang akan dapat pula diperoleh karena bertambahnya pengamatan kerja seseorang sehingga menjadi kebiasaan yang berguna bagi kelancaran kerjanya. Penanganan bahan kimia dan peralatan pokok yang banyak dipergunakan merupakan persyaratan penting demi keselamatan dan hasilnya pekerjaan analisa kimia (Day & Und erwood, 1998).
Analisa kimia menentukan macam, struktur, dan jumlah zat, maka setiap cabang kegiatan manusia yang menyangkut materi, langsung atau tidak langsung memerlukan analisa kimia. Yang dimaksud dengan cabang kegiatan adalah segala sesuatu yang manusia, termasuk ilmu pengetahuan, perdagangan, perindustrian, pencegahan penyakit dan penyembuhan si sakit, produksi bahan pangan, penyemaian, pengolahan, peran, olahraga, penyusutan kejahatan, dan sebagainya (Harjadi, 1990).





BAB III
METODOLOGI
3.1. Alat dan Bahan
-Gelas Piala                             -Erlemeyer                               -labu ukur
-Petridish                                 -Desikator                               -Kawat kasa
-Gelas Ukur                             -Buret                                      -Klem utilitas
-Kaca Arloji                            -Corong                                   -Tabung Reaksi
-Rak Tabung reaksi                 -Oven                                      -Tanur
-Cawan Penguap                     -Penjepit tabung reaksi            -Mortal dan alu                                       -Statif dan klem                        -Hot Plate                                -Timbangan Analitis
- Krush                                    -Sikat Tabung Reaksi
-Pipet tetes                              -Segitiga
-Pipet Volume                         -Bola hisap
-Pipet Gondok                                    -Lampu spritus
-Batang Pengaduk                  -Bunsen
-sudip                                      -Kaki tiga
-Corong pisah                          -Botol Semprot

3.2 Teknik Dasar Laboratorium

3.2.1 Penyaringan

Endapan atau zat yang tidak larut dapat dipisahkan dengan cara penyaringan dan untuk menyaring digunakan corong dan kertas saring corong dipasang pada tempat corong atau dengan klem statif.Di bawah corong diletakkan gelas kimia hingga ujung tangkai corong menyentuh dinding gelas.corong yang digunakan adalah corong bersudut 60 derajat.dan kertas saring yang digunakan berdiameter 9 atau 11 centimeter.

3.2.2 Pengukuran Volume Gelas ukur

digunakan untuk mengukur volume larutan dan memiliki skala millimeter(mL) yang dibaca dari 0 mL hingga sampai angka gelas ukur.
Pipet Volume
mempunyai volume 1,2,5, dan 10 mL.hanya digunakan mengambil larutan yang sesuai volume pipet volume dan bola hisap digunakan sebagai alat bantu menyedot larutan ke dalam pipet.

3.2.3 Menggunakan neraca

Ada tiga jenis neraca,yaitu: -Neraca palang tiga mempunyai ketelitian 0,1-0,01 gram. -Neraca beban mempunyai ketelitian 0,01 gram -0,1 mgram -Neraca analitis mempunyai ketelitian 0,001 gram-0,01 mgram.
5.2.4 Teknik menggunakan Buret untuk titrasi
Buret adalah sebuah peralatan gelas laboratorium berbentuk silinder yang memilki garis ukur dan sumbat keran pada bagian bawahnya.Buret digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang melakukan presisi,seperti pada eksperimen titrasi. Oleh karena presisi buret yang tinggi,kehati-hatian pengukuran volume dengan buret sangatlah penting untuk menghindari galat sistematik.ketika membaca buret,mata harus tegak lurus dengan permukaan cairan untuk menghindari galat paralaks.Kaidah yang umunnya digunakan adalh dengan menambahkan 0,02 mL jika bagian bawah meniscus menyentuh  bagian bawah garis ukur.Oleh karena presisinya yang tinggi,satu tetes cairan yang menggantung pada ujung buret harus ditransfer ke labu penerima,biasanya dengan menyentuh tetesan itu ke sisi labu dan membilasnya ke dalam larutan dengan pelarut.





















BAB IV
HASIL PENGAMATAN
NO.
Nama dan Gambar Alat
Fungsi
1.
Gelas Piala
-          Untuk Menyimpan Larutan
-          Untuk Mencampur Larutan
2.
Erlemeyer
-          Tempat membuat larutan. Dalam membuat larutan erlemeyeryang selalu digunakan.
-          Tempat memaksimalkan zat
3.
Labu Ukur
-          Tempat membuat larutan (dengan konsentrasi tertentu).
-          Tempat mengencerkan larutan
-          Bisa juga untuk menyimpan larutan
4.
Petridish
-          Tempat untuk mengembangbiakkan mikroba
5.
Gelas ukur
-          Mempunyai banyak ukuran
-          Untuk mengukur volume larutan. Tetapi membutuhkan ketelitian yang tinggi
6.
Kaca Arloji
-          Untuk menimbang bahan-bahan kimia
-          Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia
7.
Tabung Reaksi
-          Untuk mereaksikan dua zat atau lebih dalam skala kecil
8.
Cawan Penguap
-          Untuk mengerngkan suatubahan dalam oven atau desikaor
9.
Mortal
-          Untuk menghaluskan zat yang masih bersifat padat atau kristal
10.
Krush
-          Terbuat dari poselen
-          Bersifat inert
-          Digunakan untuk memanaskan logam-logam
11.
Pipet Tetes
-          Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil
12.
Pipet Volum
-          Digunakan untuk mengambil zat atau larutan dalam ukuran tertentu. Maks. 5 ml.
13.
Pipet Gondok
-          Digunakan untuk mengambil larutan yang sesuai dengan volume pipet
14.
Batang Pengaduk
-          Untuk mengocok atau mengaduk larutan atau campuran
15.
Sudip
-          Digunakan untuk mengambil bahn kimia dalam bentuk padat. Biasanya dalam bentuk kristal.
16.
Corong Pisah
-          Untuk memisahkan dua zat yang tidak tercampur. Karena adanya perbedaan massa jenis.
17.
Desikator
-          Menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air.
-          Untuk mengeringkan zat-zat dalm laboraturium.
18.
Buret
-          Digunakan untuk titrasi, tapi dalam keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengatur volume suatu zat.
19.
Corong
-          Untuk memasukkan atau memindahkan larutan satu tempat ketempat yang lain. Dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.
20.
Rak Tabung Reaksi
-          Tempat tabung reaksi.
21.
Penjepit Tabung Reaksi
-          Untuk menjepit tabung reaksi atau sebagai alat untuk memegang tabung reaksi pada keadaan panas.
22.
Statif dan Klem
-          Sebagai tempat menjepit dan mendirikan buret pada proses titrasi.
23.
Sikat Tabung Reaksi
-          Untuk membersihkan bagian dalam tabung reaksi.
24.
Segitiga
-          Untuk menahan gelas piala dengan tungku.
25.
Bola Hisap
-          Untuk menghisap larutan pada pipet valume.
26.
Lampu Spiritus
-          Untuk pembakaran zat atau pemanasan larutan.
27.
Bunsen
-          Untuk memanaskan larutan atau untuk proses sterelisasi.
28.
Kaki Tiga
-          Sebagai tungku untuk menahan segitiga atau kawat kasa.
29.
Botol Semprot
-          Tempat atau wadah aquades.
-          Untuk memindahkan aquades pada suatu wadah.
30.
Kawat Kasa
-          Untuk menahan gelas piala atau gelas kimia pada suatu tungku.
31.
Klem Utilitas
-          Untuk menjepit gelas-gelas kimia.
32.
Oven
-          Untuk memanaskan suatu zat dengan suhu 0-100 derajat celcius
-          Bisa juga untuk mengeringkan bahan dalam keadaan basa.
33.
Tanur
-          Menentukan kadar abu. Memiliki ketebalan pintu dan besar 100-500 derajat celcius.
34.
Hot Plate
-          Sebagai pemanas zat atau larutan.
35.
Tibangan Analitis
-          Untuk mengukur atau menimbang massa suatu zat dalam ketelitian yang sangat tinggi.


















BAB V
PEMBAHASAN
Dari praktikum yang telah dilakukan, semua alat laboratorium tersebut dapat dibedakan
Adapun alat- alat tersebut  beserta fungsinya adalah:
1,Gelas piala
Fungsinya adalah untuk menyimpan larutan / tempat untuk melarutkan suatu zat
2.Erlemeyer
Fungsinya adalah untuk mereaksikan atau tempat mencampur zat dan menyimpan zat.
3.Labu ukur
Fungsinya untuk membuat larutan dan mengencerkan larutan.
4.Petridish
Fungsinya adalah untuk mengembangbiakkan zat.
5.Gelas ukur
Fungsinya untuk mengukur volume larutan.
6.Kaca arloji
Fungsinya sebagai tempat meletakkan zat yang akan ditimbang
7.Tabung reaksi
Fungsinya untuk mereaksikan suatu zat yang berbeda dalam skala kecil.
8.Cawan penguap
Fungsinya untuk mengeringkan suatu bahan dalam oven/desikator.
9.Mortal
Fungsinya untuk mennghaluskan bahan padat/kristal.
10. Krush
Fungsinya untuk memanaskan logam dan bahan lainnya.
11. Pipet Tetes
Fungsinya untuk mengambil larutan dalam skala kecil.
12. Pipet Volum
Fungsinya adalah untuk mengambil larutan dalam skala volume.
13.Pipet Gondok
Fungsinya adalah mengambil lararutan dalam skala volume yang lebih besar.
14.Batang pengaduk
Fungsinya untuk mengaduk dan mengambil bahan
15.Sudip
Fungsinya adalah mengambil bahan kimia dalam bentuk padat.
16.Corong pisah
Fungsinya untuk memisahkan dua larutan yang berbeda.
17.Desikator
Fungsinya untuk menyimpan bahan yang bebas air.
18.Buret
Fungsinya untuk mengukur volume dan filtrasi.
19.Corong
Fungsinya untuk  memasukan atau memindahkan larutan.
20.Rak tabung reaksi
Fungsinya tempat tabung reaksi
21.Penjempit tabung reaksi
Fungsinya untuk menjempit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan.
22.Statif dan Klem
Fungsinya untuk menjempit buret.
23.Sikat tabung Reaksi
Fungsinya untuk membersihkan tabung reaksi.
24.Segitiga
Fungsinya tempat meletakan gelas piala sebagai alas wadah.
25.Bola Hisap
Fungsinya untuk menghisap larutan yang akan diukur.
26.Lampu Spritus
Fungsinya untuk memanaskan larutan sterilisasi proses pembakaran.
27.Bunsen
Fungsinya adalah keperluan untuk streliasisasi.
28.Kaki Tiga
Fungsinya untuk meletakkan benda yang akan dipanaskan dan didinginkan bersama kawat kasa
29.Botol Semprot
Fungsinya tempat untuk menyimpan aquades dan digunakan untuk mencuci dan membilas alat-alat  dan bahan-bahan.
30.Kawat Kasa
Fungsinya sebagai alas penyebaran panas.
31.Klem Utilitas
Fungsinya untuk menjempit gelas piala dan elmeyer.
32.Oven
Fungsinya untuk mengeringkan peralatan yang akan digunakan.
33.Tanur
Fungsinya untuk pemanas pada suhu tinggi sekitar 1000oC.
34.Hot Plate
Fungsinya sebagai memanaskan larutan, biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.
35.Timbangan Analitis
Fungsinya untuk menimbang bahan ketelitian padatan kimia.
36. Buret : Fungsinya untuk titrasi
BAB VI
PENUTUP
6.1 KESIMPULAN
Jadi dengan peratikum yang telah kita lakukan dapat di simpulkan bahwa semua yang ada di laboraturium  berfungsi sebagai alat untuk mempermudah kita dalam melakukan pratikum.

6.2 SARAN
Sebaiknya pratikum yang akan datang lebih baik lagi dan tidak selalu membuat judul pratikum yang sama dengan pratikum sebelumnya.















DAFTAR PUSTAKA

Dicky, D.P. 2012. Pengenalan alat-alat Laboratorium. dsikreatif.blogspot.com.
Day, R.A. Jr. and A.L. Underwood. 1998. Kimia Analisis Kuantitatif. Edisi Revisi, Terjemahan R. Soendoro dkk. Erlangga. Jakarta.
Feribiology. 2007, teknik pengenalan, penyiapan dan penggunaan alat laboratorium mikrobiologi. http://firebiology07.wordpress.com
Harjadi ,W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Grammedia. Jakarta.
Korban A kibat Kontak Dengan Bahan Kimia. Makalah

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar