Rabu, 18 Mei 2016

(Cara-cara menyatakan konsentrasi larutan)



BAB 1
PENDAHULUAN 
1.1. Latar Belakang
Larutan adalah campuran homogen antara dua zat atau lebih, yang memiliki komposisi merata atau serba sama diseluruh bagian volumenya. Disebut campuran karena susunannya atau komposisinya dapat berubah. Disebut homogen karena susunannya begitu seragam sehingga tidak dapat diamati adanya bagian-bagian yang berlainan, bahkan dengan mikroskop optis sekalipun. Larutan terbentuk karena komponen larutan terdispersi menjadi atom atau molekul atau ion sehingga dapat bercampur baur. Larutan terdiri atas dua komponen yaitu pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut merupakan komponen yang
lebih banyak sedangkan zat terlarut adalah komponen dengan jumlah yang lebih sedikit. 
1.2  Tujuan Pratikum
1.      Menjelaskan berbagai satuan konsentrasi larutan.
2.      Mampu membuat larutan pada berbagai konsentrasi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Larutan dapat didefenisikan sebagai campuran homogen antara dua zat atau lebih. Dalam larutan ( solution) dikenal dua macam unsur, yaitu zat terlarut ( solute) dan zat pelarut (solvent ). adapun larutan di dalam air dinamakan aqueous solution.biasanya kita mengambil zat yang banyak sebagai pelarut dan yang sedikit sebagai zat terlarut. ( Sukardjo, 1990 )
Larutan gas dibuat dengan mencampurkan  suatu gas dengan gas lainnya. Karena semua gas bercampur dalam semua perbandingan, maka setiap campuran gas adalah homogen ia merupakan larutan.
Larutan cairan dibuat dengan melarutkan gas, cairan atau padatan dalam suatu cairan. Jika sebagian cairan adlah air, maka larutan disebut larutan berair.
Larutan padatan adalah padatan-padatan dalam mana satu komponen terdistribusi tak beraturan pada atom atau molekul dari komponen lainnya (Syukri, 1999).
Konsentrasi larutan menyatakan secara kuantitatif komposisi zat terlarut dan pelarut di dalam larutan. Konsentrasi pada umumnya dinyatakan dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarut. Contoh beberapa satuan konsentrasi adalah molar, molal, dan bagian per juta (part per million). Sementara itu, secara kualitatif, komposisi larutan dapat dinyatakan encer (berkonsentrasi rendah) atau pekat (berkonsentrasi tinggi).Molekul komponen-komponen larutan berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Pada proses pelarutan, tarikan antar partikel komponen murni terpecah dan tergantikan dengan tarikan antar pelarut dengan zat terlarut. Terutama jika pelarut dan zat terlarutnya sama-sama polar, akan terbentuk suatu struktur zat pelarut mengelilingi zat terlarut, hal ini memungkinkan interaksi antara zat terlarut dan pelarut tetap stabil bila komponen zat terlarut ditambahkan tidak akan dapat larut lagi (Oktoby, 2001).

Konsentrasi larutan dapat dinyatakan dengan beberapa cara, seperti persen berat (w/w), persen volume (v/v), molaritas (M), molalitas (m), bagian per sejuta (ppm), fraksi mol (x) dan normalitas (N).
a.       Persen berat (w/w)
Persen berat menyatakan banyaknya gram zat terlarut dalam 100 gram  larutan. Perhitungannya:
%(w/w) = Massa Komponen / Massa Campuran x 100%
b.      Persen Volume (v/v)
Persen volume menyatakan mL zat terlarut dalam 100 mL larutan. Perhitungannya:
%(v/v) = Volume Komponen / Volume Campuran x 100%
c. Molaritas (M)
Molaritas menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut. Perhitungannya:
M = Massa Zat x 100% : Mr x V
d. Molalitas (m)
Molalitas menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut. Perhitungannya:
m = Massa Zat Terlarut x 1000 : Mr x p (Keenan,1989).
BAB III
METODOLOGI

3.1. Alat dan Bahan
Alat                                                                 Bahan
- Pipet Ukur                                                                    - H2SO4
- Pipet gondok                                                            - NaCl
- Neraca Analitik                                             - NaOH
- Botol Semprot                                                              - Etanol
- Kaca Arloji                                                   - KIO3
- Labu Ukur                                                    - HCl
- Bola Hisap                                                    - Asam oksalat
- Sikat Tabung Reaksi                                     - Urea
- Corong

3.2. Cara Kerja
1. Membuat larutan NaCl 1 %
Ditimbang sebanyak 0,5 gram NaCl dengan neraca analitik, kemudian dilarutkan dengan aquades di dalam labu ukur 50 ml, sampai tanda batas.  
2. Membuat larutan etanol 5 %
Dipipet sebanyak 2,5 ml etanol absolute dengan pipet ukur, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml. Tambahkan aquades sampai tanda batas.
Kocok sampai homogen.
3. Membuat larutan 0,01 M KIO3 (Mr. 214  gram/mol)
Ditimbang sebanyak 0,017 gram KIO3 dengan neraca analitik, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml, dilarutkan dengan aquades (aquades ditambahkan sampai tanda batas).
4. Membuat larutan 0,1 M H2SO4 (Mr. 98 gram/mol)
Dipipet sebanyak 0,5 ml H2SO4 dengan pipet ukur, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml sampai tanda batas.
Ø  Labu ukur 50 ml diisi terlebih dahulu dengan aquades, kira-kira 25 ml, selanjutnya baru dipipetkan H2SO4 ke dalam labu ukur, selanjutnya ditambahkan lagi dengan aquades sampai tanda batas. Cara seperti ini  berlaku untuk membuat larutan asam kuat dan basa kuat yang lain.
5. Membuat larutan 0,1  N HCL  (Mr. 36,5 gram/mol)
Dipipet sebanyak 0,415 ml HCl 37% dengan pipet ukur, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml, sampai tanda batas.
6. Membuat larutan 0,1 N asam oksalat (Mr. H2C2O4. 2 H2O. 126 gram/mol)
Ditimbang 0,3151 gram asam oksalat dengan neraca analitik, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml sampai tanda batas.
7. Membuat larutan 1 N NaOH (Mr. 40 gram/mol)
Ditimbang 0,2 gram NaOH, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml sampai tanda batas.
8. Membuat larutan 1000 ppm Nitrogen (N2) (Mr.urea 60 gram/mol)
Ditimbang 0,1086 gram urea, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml sampai tanda batas.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN

1. Membuat larutan NaCl 1 %
Ditimbang sebanyak 0,5 gram NaCl dengan neraca analitik, kemudian dilarutkan dengan aquades di dalam labu ukur 50 ml, sampai tanda batas.  
2. Membuat larutan etanol 5 %
Dipipet sebanyak 2,5 ml etanol absolute(=100%) dengan pipet ukur, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml dan diencerkan aquades sampai tanda batas.
3. Membuat larutan 0,01 M KIO3 (Mr. 214  gram/mol)
Ditimbang sebanyak 0,017 gram KIO3 dengan neraca analitik, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 50 ml, dilarutkan dengan aquades sampai tanda batas.
4. Membuat larutan 0,1 M H2SO4 (Mr. 98 gram/mol)
Dipipet sebanyak 0,5 ml H2SO4 dengan pipet ukur, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml sampai tanda batas.
5. Membuat larutan 0,1  N HCL  (Mr. 36,5 gram/mol)
Dipipet sebanyak 0,415 ml HCl 37% dengan pipet ukur, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml, sampai tanda batas.
6. Membuat larutan 0,1 N asam oksalat (Mr. H2C2O4. 2 H2O. 126 gram/mol)
Ditimbang 0,3151 gram asam oksalat dengan neraca analitik, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml sampai tanda batas.
7. Membuat larutan 1 N NaOH (Mr. 40 gram/mol)
Ditimbang 0,2 gram NaOH, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml sampai tanda batas.
8. Membuat larutan 1000 ppm Nitrogen (N2) (Mr.urea 60 gram/mol)
Ditimbang 0,1086 gram urea, kemudian diencerkan dengan aquades dalam labu ukur 50 ml sampai tanda batas.
BAB V
PEMBAHASAN

1.      Membuat Larutan NaCl 1%
Ø  % W/V  =  gram zat terlarut × 100 %
ml larutan
1% = gram zat terlarut × 100%
     50 ml
100 gram = 50
            Gram = 50 / 100 = 0,5 gram

2.       Membuat Larutan Etanol 5%
Ø  % V/V = ml zat terlarut ×100%
       ml larutan
5% = ml zat ×100%
50
100 ml = 250
ml = 250/100 = 2,5 ml

3.       Membuat larutan 0,01 M KIO3
Ø  M =         gram zat terlarut           
        Mr  zat terlarut x liter larutan
0,01 M = gram terlarut
     214 × 0,05 l
gram = 0,107 gram

4.      Membuat Larutan 0,1 M H2SO4
Ø  0,5 × 1,303 = 0,6515 gram
M =  0,6515        = 0.6515   =  0,13 gram
       98 x 0,05         4,9

5.      Membuat Larutan 0,1 N HCl
Ø  N = mol ekivalen zat terlarut ( Ek )
   Volume Larutan
Ø  Ek = Gram zat terlarut
       BE
            BE = Mr / n
                  = 36,5 / 1 = 36,5
Gr zat terlarut = 37 / 100 x 0,415 = 0,15355 gram
            Ek = 0,15355 gram  =  0,0042
  36,5                                                
N = 0,0042   =  0,08 N
         0,05

6.       Membuat Larutan 0,1 N Asam Oksalat
Ø  BE = 126 / 2 = 63
EK = 0,3151 / 63 = 0,005
N  = 0,005 / 0,05 = 0,1

7.       Membuat Larutan 1 N NaOH
Ø  BE = 40 / 10 = 4
            Ek = 0,2 / 4 = 0,05
            N = 0,05 / 0,05 = 1

8.      Membuat Larutan 1000 ppm N2 dalam Urea
Ø  ppm =   0,1086   x 10
                 50 gram
            ppm = 2172 / gram
BAB VI
PENUTUP
5.1.  KESIMPULAN

5.2. SARAN
1.     Sebaiknya praktikan harus mengerti apa yang dilakukan dalam praktikum.
2.     Sebaiknya praktikan harus tertib dalam melakukan praktikum.
BAB VII
JAWABAN PERTANYAAN

1. 80 gram H2SO4 dilarutkan dengan 120 gram air.
Dik : Mr. H2SO4 98 gram / mol                       Mr. air ( H2O ) 18 gram / mol
BJ H2SO4 1303 gram / ml                   BJ Air 1 gram / ml
Konsentrasi H2SO4 100 %
Mr. air 18

a)      Persen Berat = masa zat terlarut  x 100%   =  80 x 100%
                                     Massa pelarut                            120
                              = 8000 / 120 = 66,69 %

b)      Molalitas ( m ) = mol zat terlarut   =  98 gram / mol
       kg pelarut               0,12 kg
          = 816,67 mol / 1000 gram

c)      Molaritas ( M ) = mol zat terlarut
    Liter larutan
               V terlarut = 80 gram / 1,303 gram / ml = 61,39 ml
               V pelarut = 120 gram / 1 gram / ml = 120 ml
               V larutan = 181,39 ml = 0,18139 l
                M =   98 mol    =  540,27 mol / l = 540,27 M
                        0,18139 l

d)     Fraksi Mol zat terlarut
Mol terlarut = 0,816
Mol pelarut = 6,67
٭ X = jumlah mol terlarut   =  0,816  = 0,109
           jumlah mol larutan       7,48
٭X = Jumlah mol pelarut  =  6,67  = 0,89
          jumlah mol larutan      7,48
2.
Zat
Terlarut
Gram Zat
terlarut
Mol Zat
Terlarut
Volume
Larutan
Molaritas
NaNO3
25
A. 0,29
B. 0,241 L
1,2
NaNO3
C. 31,28 gram
D. 0, 368
16 liter
0,023
KBr
91
E. 0,76 mol
450 ml
F. 1,699 mol / l
KBr
G. 49,98 gram
0,42
H.
1,8


A.        Mol zat terlarut = massa / Mr  = 25 / 85 = 0,29
B.        M = mol zat terlarut
                      Liter larutan
1,2 =        0,29
                        liter larutan
Liter larutan = 0,29 / 1,2  = 0,241 L = 241, 167 ml
C.        Mol = massa zat terlarut
      Mr
             0,368 = massa terlarut / 85
             massa terlarut = 85×0,368 = 31,28 gram
D.        M = mol zat terlarut
                       Liter larutan
            0,023 = mol / 16
 mol = 0,368
E.         Mol zat terlarut = gram zat terlarut / Mr
    = 91 / 119 = 0,76 mol
F.         M = Mol zat terlarut
Liter larutan
      = 0, 76 mol / 0,45 l = 1,699 mol / l



G.        Mol zat terlarut = gram zat terlarut
     Mr
       0,42 = Gram terlarut / 119
      gram terlarut = 119×0,42 = 49,98 gram

H.        M = mol zat terlarut
                        Liter larutan
1,8 = 0,42 / liter larutan
liter larutan = 0,42 / 1,8 = 0, 233 l
DAFTAR PUSTAKA
Keenan, C.W. 1989. Kimia Universitas Edisi ke-6. Jakarta : Erlangga
Oktoby, D.W. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern . Jakarta : Erlangga
Sukardjo.1990.Kimia Larutan.Bandung : PT Citra Aditya Bakti
Syukri, 1999. Kimia Larutan. Bandung : Citra Aditya Bakti


Tidak ada komentar:

Posting Komentar